sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BNI setor Rp429 miliar dividen ke kas umum negara

RUPST BNI hari ini menyetujui pembagian dividen sebesar 25% dari laba bersih 2020, atau setara dengan Rp820,1 miliar.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 29 Mar 2021 17:49 WIB
BNI setor Rp429 miliar dividen ke kas umum negara

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menyetujui pembagian dividen sebesar 25% dari laba bersih 2020 pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Senin (29/3). Jumlah dividen tersebut setara dengan Rp820,1 miliar dari total laba bersih senilai Rp3,28 triliun pada 2020. 

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, dengan kepemilikan saham sebesar 60%, BNI akan menyetor sejumlah Rp429 miliar ke rekening kas umum negara.

"Adapun dividen publik 40% atau Rp327,5 miliar akan diberikan ke pemegang saham sesuai kepemilikannya masing-masing," ucap Royke, Senin (29/3). 

Sementara itu, 75% dari laba bersih tahun lalu senilai Rp2,64 triliun, akan digunakan bank berkode saham BBNI ini sebagai saldo laba ditahan. 

Lebih lanjut, Royke mengatakan manajemen BNI mengambil sejumlah langkah dan strategi untuk mempertahankan kinerja dalam kondisi yang sulit. Pertama, BNI akan meningkatkan kualitas kredit dengan perbaikan manajemen risiko, sehingga proses kredit akan diubah menjadi end-to-end. 

Kedua, BNI akan meningkatkan kapabilitas digital untuk memenuhi keinginan nasabah. Langkah ketiga, BNI akan melakukan ekspansi bisnis secara berkelanjutan. 

"Keempat, kami akan meningkatkan dana murah (CASA) dan pendapatan biaya (Fee Based Income/FBI) dengan meningkatkan transaksi," ujarnya. 

Strategi kelima, BNI akan meningkatkan jaringan bisnis di internasional, melalui kerja sama partnership. Langkah keenam, perseroan akan melakukan perubahan untuk perusahaan anak, untuk meningkatkan kontribusi perusahaan anak. Terakhir, BNI akan mencoba meningkatkan kemampuan human capital, supaya dapat mendukung bisnis bank ke depan.

Sponsored

Selain membagikan dividen, RUPST BNI juga memutuskan untuk mengangkat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto Slamet sebagai komisaris independen. Erwin akan menggantikan Joni Swastanto yang masa jabatanny telah berakhir.

Berita Lainnya
×
tekid