sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengalihan BBM ke BBN dipandang perlu mitigasi khusus

Peralihan BBM ke BNN dipandang baik mengurangi ketergantungan energi fosil.

 Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Ratih Widihastuti Ayu Hanifah Kamis, 27 Jan 2022 08:01 WIB
Pengalihan BBM ke BBN dipandang perlu mitigasi khusus

Hal itu ditanggapi baik oleh Pengamat Energi sekaligus Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menanggapi uji coba bahan bakar nabati bensa. Menurutnya, program itu sangat baik karena dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

“Saya kira ini merupakan upaya pemerintah yang patut kita dukung untuk terus berinovasi dalam rangka menemukan sumber energi yang baru. Melalui penelitian ini, akan terus mengurangi ketergantungan akan energi fosil. Perlahan, energi nabati mulai menjadi pilihan bagi kita," katanya kepada Alinea.id, Rabu (26/1) malam.

Apalagi, menurut dia, Reseach Octane Number (RON) yang dihasilkan bensa sudah sangat tinggi dan ramah lingkungan. 

“Ya ini tinggal bagaimana, kedepan dukungan dan dorongan dari pemerintah agar produk ini bisa diproduksikan secara masal. Memang bukan pekerjaan yang mudah, tetapi pemerintah, pertamina dan ITB dengan katalis merah putih pastinya akan berupaya secara optimal agar bisa berjalan program ini," ucapnya.

Pengamat dari Yayasan Madani Berkelanjutan Arief Virgy juga mengapresiasi langkah pemerintah dengan tujuan yang ingin mencapai kemandirian energi itu. Namun, menurut dia, diperlukan penguatan dari Hulu ke Hilir.

“Namun, hal yang patut kita perhatikan adalah selama ini bahan bakar nabati nasional masih mengandalkan satu komoditas saja, yaitu sawit. Sawit yang notabene tidak hanya digunakan sebagai bahan baku bahan bakar, tetapi juga digunakan sebagai bahan pangan, berpotensi dapat menyebabkan adanya kenaikan harga sawit sebagai bahan pangan karena ada tarik menarik harga,” kata dia dengan Alinea.id waktu dini hari (27/1).

Dia mencontohkan terkait penggunaan satu komoditi itu, di mana saat ini minyak goreng sedang mahal-mahalnya di pasaran. Untuk itu, dengan rencana penggunaan bensa diharapkan tidak ada persaingan antara food vs fuel.

Arief mengatakan, emerintah juga perlu memikirkan dari sekarang bagaimana bisa memanfaatkan bahan baku lain, sehingga ada diversifikasi penggunaan bahan baku, seperti residu/limbah (Jerami Padi, Brangkasan Jagung, Ampas Tebu, Minyak Jelantah), hingga penggunaan Jarak Pagar, Nyamplung, Kemiri Sunan, dan yang lainnya. 

Sponsored

“Saat ini kita tahu penggunaan sawit sebagai bahan baku BBN (Bahan Bakar Nabati) sudah mendapatkan dukungan dari dana sawit yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), tetapi untuk penggunaan bahan baku lain belum ada, sehingga progres pengembangan bioetanol misalnya masih belum seprogresif biodiesel sawit," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, perlu ada peta jalan penggunaan diversifikasi bahan baku yang salah satunya memuat skema dukungan atau insentif baik fiskal ataupun nonfiskal untuk mendukung penggunaan diversifikasi bahan baku.

Kemudian, Spesialisasi Sistem Informasi Geografis Yayasan Madani Berkelanjutan Fadli Ahmad Naufal mengatakan, konversi BBM Ke BBN perlu juga diimbangi dengan perencanaan hulu ke hilir yang menyeluruh.

“Di sektor hulu kita ketahui tata kelola sawit masih perlu banyak perhatian dari pemerinta terkait, tumpang tindih, konflik lahan dengan masyarakat dan penegakan hukum terkait sawit yang terbukti kontribusi terhadap kebakaran hutan," ujar Fadhli kepada Alinea.id Kamis (27/1).

Fadli mengatakan, pemerintah juga dalam uji coba ini harus melihat dari fenomena kelangkaan minyak goreng sebagai gambaran jika terjadi sulitnya akses kelapa sawit.

“Kita masih ingat kmarin fenomena minyak goreng habis di mana-mana. Kita harus punya langkah jika nanti akibatnya malah Crude Palm Oil (CPO) tinggi jadi cadangan pangan tersedot unutk ekspor CPO," ujarnya.

Artinya, kata dia, jika demand ditingkatkan untuk BBN maka ekspansi lah jawabannya, karena pengingkatan produktivitas masih terlihat sulit. Pemerintah harus benar-benar memastikan berapa luasan yang di butuhkan. Sedangkan kuota deforestasi semakin terbatas terlebih dengan komitmen indonesia terkait krisis iklim lewat Nationaly Determined Contribution (NDC).

Untuk diketahui, pemerintah kembali bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) melakukan uji coba pembuatan bensin dengan minyak sawit industri (Bensa) skala demo plant. Langkah ini diambil untuk mencapai kemandirian energi dengan mengurangi impor, baik Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun LPG yang terbukti membebani keuangan negara.

BBM BBM
Berita Lainnya