sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

China awasi ketat berita terkait konflik Rusia-Ukraina

Dalam pemberitaannya, media di China dilarang menggunakan kata perang dan iinvasi.

Nadia Lutfiana Mawarni
Nadia Lutfiana Mawarni Rabu, 09 Mar 2022 08:52 WIB
China awasi ketat berita terkait konflik Rusia-Ukraina

Pemerintah Cina mengontrol secara ketat persebaran berita yang memuat konflik antara Rusia dan Ukraina. Pembatasan berita ini diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying. 

Sebuah video berdurasi satu menit menampilkan Chunying mendesak perdamaian di Ukraina telah meraih 19.100 like di media sosial Cina melalui WeChat. Dalam video tersebut, Chunying juga menyampaikan agar warganya tak terpengaruh dengan provokasi media dari luar Cina. 

Pemerintah China memang diketahui memegang kuasa atas kontrol berita tersebut. 

“Kalau anda lihat dua orang bertengkar dan akan berkelahi, apakah anda memberi mereka senjata, atau membantu mereka dahulu menyelesaikan masalahnya serta mengkaji apa yang terjadi sebelumnya? Saya kira konsep itu sangat sederhana,” kata Chunying seperti dikutip VOA, Rabu (9/3).

Chunying menyatakan, hal yang sama dalam konferensi pers beberapa pekan lalu setelah pasukan Rusia masuk ke Ukraina pada 24 Februari. Rekaman suaranya dikutip di Televisi Pusat Cina, kemudian disebarkan oleh penonton melalui aplikasi WeChat.

Penyebaran itu tak lepas dari peran negara membatasi liputan perang sebagai bagian dari usaha Cina menjaga perdamaian, dan mendukung hak Rusia untuk mempertahankan kepentingannya, demikian menurut para pengamat. Berbagai komentar pun menyebar cepat di seluruh media sosial di Cina.

Cina sendiri menggunakan sebutan operasi militer khusus alih-alih perang dan bukan invasi seperti yang umum ditemukan di media barat. Para analis mengatakan, media dalam negeri telah diberi perintah khusus tentang bagaimana menggambarkan konflik ini.

Radio Free Asia melaporkan sejak hari pertama invasi Rusia ke Ukraina. Media masa di dalam negeri Cina diperintahkan untuk tidak meliput berita yang tidak menguntungkan bagi Rusia. 

Sponsored
Berita Lainnya
×
tekid