Dunia / Huawei

Kanada bantah penangkapan petinggi Huawei punya motivasi politik

Meng Wanzhou bukan hanya eksekutif Huawei, namun juga putri dari pendiri raksasa telekomunikasi China tersebut.

Kanada bantah penangkapan petinggi Huawei punya motivasi politik
Ilustrasi / Pixabay

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menegaskan bahwa pemerintahannya tidak terlibat dalam penangkapan seorang eksekutif dari raksasa telekomunikasi China, Huawei.

Direktur Keuangan yang juga merupakan putri pendiri Huawei Ren Zhengfei, Meng Wanzhou, ditangkap di bandara Vancouver pada Sabtu (1/12) atas permintaan ekstradisi Amerika Serikat.

Pihak berwenang Kanada baru mengungkapkan penangkapannya pada Rabu (5/12). Meng Wanzhou akan menghadapi sidang jaminan pada Jumat (7/12).

Berbicara kepada wartawan di Montreal, Trudeau mengakui bahwa pemerintahannya sudah diberitahu tentang penangkapan Meng Wanzhou beberapa hari sebelumnya. 

"Saya dapat menjamin pada semua orang bahwa kami (Kanada) adalah sebuah negara dengan sistem peradilan yang independen," tuturnya.

China telah menuntut pembebasan Meng Wanzhou dan menyebut penangkapan itu sebagai pelanggaran hak asasi manusia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan, "Penahanan tanpa memberikan alasan apa pun melanggar hak asasi manusia seseorang."

"Kami telah membuat pernyataan serius kepada Kanada dan AS, menuntut kedua pihak segera mengklarifikasi alasan penahanan dan segera membebaskan tahanan demi melindungi hak-hak hukum orang tersebut," imbuhnya.

Huawei sendiri menyatakan bahwa mereka "tidak menyadari adanya kesalahan apa pun yang dilakukan oleh Nona Meng."

Dalam pernyataannya, perusahaan telekomunikasi itu mengungkapkan telah memenuhi seluruh hukum dan peraturan yang berlaku di mana pun mereka beroperasi, termasuk undang-undang dan peraturan pengendalian ekspor serta sanksi yang berlaku dari PBB, AS, dan Uni Eropa.

Berbagai laporan media menunjukkan bahwa penangkapan itu terkait dengan penyelidikan AS atas dugaan pelanggaran Huawei terhadap sanksi  Iran.

Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton menyatakan, Washington memiliki "keprihatinan besar selama bertahun-tahun terkait praktik perusahaan China untuk mencuri dan menggunakan kekayaan intelektual AS, terlibat dalam transfer teknologi, serta untuk digunakan sebagai kaki tangan pemerintah China khususnya dalam hal teknologi informasi."

"Jadi tidak khusus mengenai penangkapan ini, tetapi Huawei adalah salah satu perusahaan yang mengkhawatirkan kami," tambahnya.

Anggota parlemen AS telah berulang kali menuduh perusahaan tersebut sebagai ancaman bagi keamanan nasional. Dengan alasan bahwa teknologi Huawei dapat digunakan oleh pemerintah China untuk memata-matai AS.

Selain AS, Australia dan Selandia Baru juga baru memblokir penggunaan peralatan Huawei di bidang infrastruktur untuk jaringan seluler 5G atas dasar isu keamanan.

Dampaknya bagi hubungan AS-China

Huawei merupakan salah satu perusahaan penyedia peralatan dan layanan telekomunikasi terbesar di dunia. Baru-baru ini perusahaan asal China tersebut mengungguli Apple dan menjadi produsen ponsel pintar terbesar kedua setelah Samsung.

Rincian tuduhan terhadap Meng Wanzhou tidak diketahui setelah dia meminta larangan publikasi yang disetujui oleh Kementerian Kehakiman Kanada.

Diketahui bahwa Meng Wanzhou ditangkap saat sedang berpindah penerbangan di bandara Vancouver. Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump sedang bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Argentina, tepatnya di sela-sela KTT G-20. 

Dalam pertemuan tersebut kedua kepala negara menyetujui 90 hari gencatan senjata atas perang dagang. Penangkapan Meng Wanzhou dapat secara substansial merusak hubungan antara AS dan China dalam masa paling sensitif ini.

Sumber : BBC


Berita Terkait

Kolom

Infografis