sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

KBRI Singapura kawal kasus pembunuhan WNI NWS

Jenazah WNI NWS saat ini dalam proses otopsi di Singapore General Hospital.

Valerie Dante
Valerie Dante Rabu, 02 Jan 2019 17:58 WIB
KBRI Singapura kawal kasus pembunuhan WNI NWS

Pada Minggu (30/12), KBRI Singapura menerima laporan mengenai kasus pembunuhan terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) berinisial NWS. Peristiwa ini terjadi di salah satu kamar di Hotel Golden Dragon, Geylang, Singapura.

"Jenazah saat ini dalam proses otopsi di Singapore General Hospital," jelas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal dalam pernyataan resmi yang diterima Alinea.id pada Rabu (2/1).

Berdasarkan data KBRI Singapura, NWS mulai bekerja di Singapura sejak tahun 2013 dengan kontrak kerja yang terakhir diperbarui pada 2016.

Menurut keterangan Iqbal, Kemlu telah menyampaikan informasi mengenai peristiwa tersebut kepada keluarga NWS di Indramayu, Jawa Barat.

"KBRI Singapura akan memantau penanganan kasus ini, memastikan pemenuhan hak-hak almarhumah dan memulangkan jenazah almarhumah kepada keluarganya di Indramayu setelah selesainya proses otopsi," tuturnya.

Iqbal menyebut, setelah menerima laporan terkait pembunuhan NWS, KBRI Singapura segera berkoordinasi dengan pihak berwenang di Singapura. 

Empat belas jam setelah laporan pembunuhan dibuat, kepolisian setempat menangkap Ahmed Salim, seorang pria asal Bangladesh yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan ini.

Dilansir dari pemberitaan The Straits Times, pada Rabu, Ahmed menghadap ke pengadilan atas tuduhan melakukan pembunuhan. Pria berusia 30 tahun ini diduga membunuh NWS pada Minggu antara pukul 17.08 hingga 20.12 waktu setempat.

Sponsored

Ahmed dipindahkan ke Divisi Polisi Pusat dan pengadilan kasusnya telah ditunda hingga Rabu (9/1). Jika terbukti bersalah, Ahmed akan dijatuhi hukuman mati.

Meski menurut keterangan polisi Ahmed dan NWS saling kenal, tetapi dokumen pengadilan tidak menguraikan sifat hubungan mereka.

Setelah mengetahui kejadian ini pada Minggu pukul 22.45 waktu setempat, petugas kepolisian mendatangi hotel tersebut dan menemukan NWS sudah berbaring tidak bernyawa di kamar hotel. Menurut paramedis, jenazah NWS memiliki sejumlah memar di leher dan lengannya.

Surat kabar Lianhe Wanbao melaporkan seorang staf hotel mengungkapkan bahwa pasangan itu awalnya memesan kamar untuk tiga jam sebelum memperpanjang menjadi lima jam. 

Namun, keduanya tidak kunjung check out hingga 10 jam kemudian. Staf hotel pun memeriksa kamar dan menemukan mayat NWS.

Kepada Lianhe Wanbao, seorang tamu hotel mengaku bahwa dia sama sekali tidak mendengar keributan dan baru mengetahui insiden itu ketika polisi meminta keterangannya.