sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Korsel kembali catat lebih dari 500 kasus harian Covid-19

Korsel melaporkan 32.887 kasus infeksi Covid-19 hingga kini, termasuk 516 kematian.

Valerie Dante
Valerie Dante Jumat, 27 Nov 2020 15:55 WIB
Korsel kembali catat lebih dari 500 kasus harian Covid-19

Korea Selatan melaporkan lebih dari 500 kasus Covid-19 untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat (27/11). Angka tersebut merupakan rekor kasus infeksi tertinggi di negara "Negeri Gingseng" dalam hampir sembilan bulan terakhir.

Otoritas kesehatan nasional menyatakan, Korea Selatan mencatat total 569 kasus infeksi harian pada Jumat.

Perdana Menteri (PM) Korea Selatan, Chung Sye-kyun, memperingatkan, infeksi harian dapat melonjak menjadi 1.000 dan membawa krisis yang lebih besar, termasuk kekurangan tempat tidur di rumah sakit (RS), jika tindakan jarak sosial dan pembatasan sosial lain gagal mencegah penularan.

"Situasinya sangat serius karena semua 17 kota metropolitan dan provinsi, terutama 25 distrik di Seoul, melaporkan kasus baru," katanya dalam pengarahan media.

Pemerintah Korea Selatan memberlakukan kembali aturan jarak sosial yang ketat di Seoul dan sekitarnya pada pekan ini. Langkah itu dilakukan sebulan setelah pembatasan serupa dilonggarkan ketika gelombang kedua infeksi surut.

Awalnya, penyebaran Covid-19 di Korea Selatan muncul dari kelompok agama tertentu. Kini, infeksi terbaru terjadi dari banyak klaster di dalam dan sekitar Seoul, membuat penularan lebih sulit dilacak pejabat kesehatan.

Sebanyak 525 dari 569 kasus harian pada Jumat merupakan kasus domestik. Lebih dari 64% di antaranya berasal dari Seoul.

Porsi kasus baru yang dilaporkan di wilayah Seoul menurun dengan stabil dari sekitar 85% pada awal November karena wabah menyebar ke provinsi lain, seperti Gyeongsang Selatan dan Gangwon. Sebanyak 17 kota metropolitan dan provinsi melaporkan kasus baru pada Kamis (26/11) untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan.

Sponsored

PM Chung mendesak pihak berwenang mengamankan lebih banyak tempat tidur RS untuk mencegah kekurangan. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, saat ini terdapat cukup tempat tidur yang tersedia, tetapi mungkin akan defisit dalam 2-3 minggu ke depan jika kasus terus meningkat.

Gelombang infeksi sebelumnya dengan cepat membuat RS kewalahan.

Hingga September, Korea Selatan hanya memiliki sekitar 500 tempat tidur perawatan intensif bagi 52 juta penduduknya. Pemerintah berjanji menggandakan jumlahnya pada 2021, termasuk lebih dari 110 pada tahun ini.

Sampai kini, Korea Selatan telah melaporkan 32.887 kasus infeksi Covid-19, termasuk 516 kematian. (Channel News Asia)

Berita Lainnya