sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Mantan PM Australia: Indonesia punya pemimpin luar biasa

Mantan PM Australia Malcolm Turnbull terkesan dengan blusukan yang dilakukannya bersama Presiden Jokowi pada 2015.

Valerie Dante
Valerie Dante Selasa, 01 Okt 2019 14:54 WIB
Mantan PM Australia: Indonesia punya pemimpin luar biasa

Mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull memuji kepimimpinan Presiden Joko Widodo. Hal itu disampaikannya dalam kuliah umum "Advancing the Australia-Indonesia Economic Relationship" di Universitas Indonesia, Depok, pada Selasa (1/10).

"Bagi saya sangat jelas bahwa Indonesia, sebuah bangsa yang luar biasa, juga memiliki pemimpin yang luar biasa," kata dia.

Dia kemudian menceritakan pengalamannya saat blusukan bersama Jokowi ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada November 2015. Turnbull menuturkan, dirinya terkejut melihat antusiasme masyarakat yang ingin berjabat tangan dengan presiden.

"Turun ke Pasar Tanah Abang saat itu, saya melihat bahwa masyarakat Indonesia sangat bersemangat. Jokowi telah memanfaatkan energi itu dan menyalurkannya untuk mendorong pertumbuhan negara ini," ungkap Turnbull.

Dia menilai Jokowi sebagai salah satu pemimpin paling penting di dunia saat ini. Sebagai Presiden Indonesia, lanjutnya, Jokowi mempromosikan nilai-nilai demokrasi, multilateralisme dan Islam moderat.

"Nilai-nilai yang didukung Jokowi sangat penting, terutama pada masa di mana intoleransi sedang meningkat," kata dia. "Dia fokus mewujudkan kemakmuran rakyatnya. Signifikansi presiden kalian di panggung dunia tidak boleh dianggap remeh."

Turnbull juga memuji kebijakan pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Jokowi. Menurutnya, infrastruktur merupakan salah satu cara mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

"Fokus pembangunan itu membuat ekonomi Indonesia lebih kompetitif di Asia Tenggara. Jokowi benar-benar serius menyatakan bahwa Indonesia menyambut kerja sama bisnis," ujar dia.

Sponsored

Turnbull menyinggung fokus lainnya dari pemerintahan Jokowi, yaitu perkembangan sumber daya manusia (SDM).

SDM Indonesia, lanjutnya, dapat menjadi keuntungan yang sangat besar dan tidak dapat diremehkan. Memiliki jumlah tenaga kerja yang banyak memungkinkan Indonesia mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan.

"Namun, Indonesia tidak mungkin mendapatkan manfaat itu jika tenaga kerjanya tidak memiliki keterampilan yang memadai," jelas Turnbull.

Untuk itu, jelasnya, Australia dan Indonesia menjalin kerja sama pendidikan demi membekali anak muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing. Pada 2018, Turnbull menyatakan ada sekitar 20.000 pelajar Indonesia yang menempuh pendidikan di Negeri Kanguru.

"Kerja sama edukasi antara kedua negara merupakan elemen penting dalam hubungan ekonomi Indonesia-Australia," imbuhnya.