logo alinea.id logo alinea.id

Pembicaraan level kerja AS-Korea Utara berakhir buntu

Korea Utara mengatakan, bolanya sekarang ada di Amerika Serikat.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Senin, 07 Okt 2019 11:36 WIB
Pembicaraan level kerja AS-Korea Utara berakhir buntu

Pembicaraan tingkat kerja antara utusan Amerika Serikat dan Korea Utara terkait denuklirisasi yang berlangsung di Swedia pada Sabtu (5/10) berakhir buntu. Pyongyang mengatakan, bolanya sekarang ada di Washington.

"Kami tidak memiliki niat untuk mengadakan negosiasi yang memuakkan seperti ini sebelum AS mengambil langkah substansial untuk melakukan penarikan penuh kebijakan permusuhannya terhadap Korea Utara," sebut kantor berita KCNA dengan mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea pada Minggu (6/10).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde justru menilai bahwa pembicaraan berlangsung konstruktif.

"Saya rasa ada pandangan yang agak berbeda tentang apa yang harus dicapai ... Mungkin untuk melakukan lebih banyak pembicaraan, tetapi itu sepenuhnya bergantung pada kedua belah pihak," kata dia kepada SVT, menambahkan bahwa Swedia siap membantu untuk tatap muka berikutnya.

Tidak jelas apakah Korea Utara akan kembali ke perundingan. Ketika ditanya, apakah mereka akan kembali ke Swedia untuk berunding, delegasi Korea Utara yang dipimpin oleh Kim Myong-gil menyarankan untuk menanyakannya ke pihak AS.

"Delegasi Korea Utara terbang ke Moskow pada hari Minggu, tampaknya mereka akan pulang melalui Beijing," demikian menurut kantor berita Yonhap. "Sebuah iring-iringan yang diyakini membawa delegasi AS juga telah meninggalkan sebuah hotel di Stockholm."

AS mengklaim bahwa dalam pembicaraan level kerja mereka membawa ide-ide kreatif dan melangsungkan diskusi yang baik dengan Korea Utara. Tidak ada rincian lebih lanjut yang diungkapkan. 

Tetapi Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengklaim bahwa AS tidak membuat persiapan untuk perundingan di Swedia, melainkan hanya berusaha memenuhi tujuan politik mereka sendiri.

Sponsored

Korea Utara baru-baru ini melakukan uji coba rudal balistik baru yang diluncurkan dari kapal selam, sebuah tindakan provokatif yang dinilai menandai bahwa AS perlu bergerak cepat untuk menegosiasikan batasan persenjataan yang dapat dikembangkan negara itu.

Pyongyang telah menegaskan kembali batas waktu, yaitu pada akhir tahun, bagi AS untuk menunjukkan lebih banyak fleksibilitas dalam perundingan.

Kim Jong-un dan Trump telah bertemu tiga kali. Pertemuan perdana berlangsung di Singapura pada 12 Juni 2018. KTT kedua digelar di Hanoi, Vietnam, pada Februari 2019 dan yang ketiga pada Juni 2019 di Desa Panmunjom, Zona Demiliterisasi (DMZ).

Sumber : Reuters