sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Update Brexit: Inggris gelar pemilu 12 Desember

Jika tidak ada partai yang menang secara meyakinkan, kebuntuan menyangkut Brexit akan terus bergulir.

Khairisa Ferida
Khairisa Ferida Kamis, 31 Okt 2019 09:41 WIB
Update Brexit: Inggris gelar pemilu 12 Desember

Inggris akan menyelenggarakan pemilihan umum pada 12 Desember setelah Perdana Menteri Boris Johnson pada Selasa (29/10) mendapatkan persetujuan dari parlemen untuk menggelar pemilu dini, yang ditujukan untuk mengatasi kebuntuan Brexit.

Johnson, yang telah berkali-kali mendapat hadangan di parlemen, kali ini berhasil mendapatkan persetujuan soal penyelenggaraan pemilu 12 Desember setelah dia mengantongi suara dukungan 438 berbanding 20 di parlemen.

Setelah Uni Eropa mengabulkan permintaan penundaan untuk ketiga kalinya menyangkut Brexit, yang semula dijadwalkan pada 29 Maret, lalu ditunda menjadi 31 Oktober, Inggris Raya berserta parlemennya dan para pemilih hingga kini masih terpecah soal bagaimana, bahkan apakah Brexit perlu dilakukan.

Uni Eropa telah menyatakan setuju untuk kembali memberi waktu bagi Inggris hingga 31 Januari guna mewujudkan Brexit. Namun, persetujuan tersebut diikuti dengan peringatan bahwa penundaan kali ini kemungkinan akan menjadi yang terakhir kalinya.

Pemilu yang pertama kali akan diselenggarakan Inggris dalam suasana Natal sejak 1923 akan sangat sulit diprediksi.

Selama ini, wacana Brexit sendiri telah membuat jenuh dan menimbulkan kemarahan di banyak kalangan pemilih, juga mengikis tradisi kesetiaan pada dua partai utama, yaitu Partai Konservatif dan Partai Buruh.

Sebagian politikus merasa bahwa pemilihan yang waktunya terlalu dekat dengan Natal bisa membuat para pemilih kesal. Selain itu, kampanye dan kegiatan-kegiatan untuk menarik suara para pemilih diperkirakan akan terhadang cuaca musim dingin serta suasana hari yang lebih cepat menjadi gelap menjelang sore.

Pada pemilu 12 Desember tersebut, para warga akan memilih antara Johnson, yang bersemangat mendorong agar kesepakatan Brexit versinya disetujui, atau pemerintahan sosialis di bawah kepemimpinan tokoh Partai Buruh Jeremy Corbyn, yang akan merundingkan kembali kesepakatan itu sebelum referendum berikutnya digelar.

Sponsored

Hasil pemilihan akan diumumkan pada Jumat pagi, 13 Desember 2019. Jika tidak ada partai yang menang secara meyakinkan, kebuntuan menyangkut Brexit akan terus bergulir. (Ant)