Gaya Hidup / Kuliner

Kopi panas atau kopi dingin, mana yang lebih sehat?

Kopi panas memiliki kadar antioksidan lebih tinggi daripada kopi dingin.

Kopi panas atau kopi dingin, mana yang lebih sehat?
Kopi adalah minuman yang berdampak baik untuk tubuh,/Pexels

Kopi merupakan salah satu minuman favorit masyarakat Indonesia. Belakang banyak kedai kopi yang menjajakan es kopi susu. Namun menurut penemuan terbaru, kopi dingin justru bisa mengganggu kesehatan tubuh.

Mengutip Daily Mail, Niny Rao, PhD, dan Megan Fuller, PhD baru-baru ini menyatakan kopi panas lebih baik daripada kopi dingin alias pakai es. Pasalnya, kopi panas memiliki kadar antioksidan yang lebih tinggi.

Setelah membandingkan keduanya, ahli kimia dari Philadelphia and Thomas Jefferson Universities itu mengatakan, proses pemanasan pada kopi menciptakan lebih banyak titratable acids. Kandungan ini kemungkinan bertanggung jawab untuk meningkatkan kadar antioksidan.

Jika Anda meminumnya dalam jumlah sedang, penelitian menunjukkan bahwa hal itu bisa sangat baik untuk Anda. 

"Kami menemukan minuman panas memiliki kapasitas antioksidan lebih banyak," kata Megan.

Di samping itu, kopi panas memberikan manfaat lain seperti menurunkan risiko diabetes dan depresi. Tentu saja kopi yang dimaksud di sini adalah kopi dari biji kopi murni tanpa tambahan gula.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports ini adalah yang pertama menganalisis manfaat kesehatan dari kopi panas. Penemuan ini juga memberikan angin segar di tengah maraknya klaim kesehatan di balik kopi dingin.

Anggapan yang paling banyak ditemukan, yaitu kopi dingin tidak terlalu asam dan bisa membantu menurunkan risiko masalah pencernaan seperti asam lambung dan nyeri di ulu hati.

Temuan ini juga menawarkan gagasan baru bahwa kopi adalah minuman yang berdampak baik untuk tubuh, mengingat banyak studi yang mengatakan bahwa kopi berdampak buruk.

Tidak sedikit yang mengungkapkan bahwa terlalu banyak minum kopi dapat membuat peminum kopi pemula gelisah. Namun menurut sejumlah organisasi kesehatan, termasuk American Heart Association (AHA), kopi memberikan banyak manfaat.

Tahun lalu, AHA menerbitkan jurnal tentang setiap cangkir kopi dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung. Namun takarannya tetap harus disesuaikan dengan kemampuan tubuh.

Bahkan berdasarkan sebuah publikasi pada September 2018 di situs resmi AHA, penelitian telah menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan suasana hati, membantu otak bekerja lebih baik, dan meningkatkan kinerja tubuh selama latihan fisik.

Kebiasaan minum kopi juga dikaitkan dengan rendahnya risiko diabetes tipe 2, serta penyakit Parkinson dan Alzheimer. Disampaikan pula bahwa kopi adalah sumber antioksidan yang sangat baik, yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Lebih khusus lagi, kebiasaan minum kopi telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung koroner yang lebih rendah pada perempuan. Mengonsumsi tiga hingga lima cangkir kopi per hari juga dapat menjadi bagian dari diet sehat.

Namun hal itu hanya mengacu pada kopi hitam dari biji kopi murni. Terlalu banyak minum kopi dengan krim dan gula justru menghilangkan manfaat kesehatan pada secangkir kopi.

"Kami tahu bahwa gula memiliki efek buruk," kata Penny Kris-Etherton, profesor nutrisi di Penn State University. 

Bahkan menambahkan gula sedikit, tidak melebihi kebutuhan kalori, masih dapat menghilangkan beberapa manfaat gula. Sebab gula adalah bahan makanan negatif. Meski demikian, diperingatkan pula bahwa kafein juga bisa berbahaya bila dikonsumsi berlebihan.

Semua tahu betapa pentingnya tidur. Anda tentu tidak ingin mengganggu kebiasaan tidur normal dan tidur nyenyak di malam hari karena terlalu banyak konsumsi kafein. Jadi jika ingin meminum kopi, pertimbangkan pula soal waktu tidur. 
 


Berita Terkait

Kolom