sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Belarusia mulai tangkap jurnalis dengan sitgma 'radikal'

Pada Kamis, editor surat kabar independen "Nasha Niwa" dan jurnalis regional dari berbagai media ditangkap di Belarus.

Fitra Iskandar
Fitra Iskandar Jumat, 09 Jul 2021 13:55 WIB
Belarusia mulai tangkap jurnalis dengan sitgma 'radikal'

Belarusia semakin keras menekan kelompok oposisi. Mereka yang gencar melancarkan kritik langsung dicap 'radikal'. Jurnalis jadi korbannya.

Pada Kamis (8/7), editor surat kabar independen "Nasha Niwa" dan jurnalis regional dari berbagai media ditangkap di Belarus. Komite Keamanan Negara mengumumkan "operasi luas melawan orang-orang radikal."

Setelah penggeledahan di kantor redaksi surat kabar Belarusia dan di apartemen karyawannya, pemimpin redaksi, Yahor Marcinovich, serta editor Andrey Dynko, Andrey Skurka, dan akuntan surat kabar Wolha Rakovich, ditahan selama 72 jam. jam. Mereka semua diduga dalam kasus pidana "perbuatan yang sangat melanggar ketertiban umum".

"Empat orang, termasuk Yahor Marcinovich, telah melakukan kegiatan yang secara serius melanggar ketertiban umum," tegas Komite Keamanan Negara Belarusia, seperti dikutip PAP, Jumat (9/7).

Lembaga itu juga melaporkan bahwa ambulans telah dipanggil selama interogasi Marcinovich.

"Dia bilang tidak enak badan. Penyidik ​​memanggil ambulans. Setelah memberikan bantuan, dia tidak mengeluh [kesehatannya] dan kegiatan penyelidikan berlanjut," katanya.

Media independen juga melaporkan penahanan wartawan dari luar Minsk dan penggeledahan, interogasi dan penahanan di berbagai kota Belarusia.

Situs web "Nasha Niva" diblokir pada hari Kamis oleh Kementerian Informasi Belarusia. Menurutnya, hal itu berdasarkan instruksi dari kejaksaan. Mengomentari keputusan ini, media pemerintah melaporkan bahwa itu terkait dengan unggahan materi provokatif yang mendorong ketegangan sosial dan merangsang suasana protes."

Sponsored

Komite Keamanan Negara mengumumkan di TV Belarus 1 bahwa "operasi skala besar melawan orang-orang radikal" sedang berlangsung.

Suhu politik di Belarusia semakin memanas setelah penguasa menahan Viktor Babariko, mantan calon presiden Belarusia, yang dikalahkan petahana Alexander Lukashenko pada pemilu tahun lalu. Babariko awal bulan ini dijatuhi vonis 14 tahun penjara karena tuduhan korupsi. Sementara, oposisi menuduh Lukashenko telah memenangkan pemilu dengan curang. 

Lukashenko adalah presiden Belarusia yang berkuasa sejak 1994. Saking lamanya ia berkuasa, pers barat menjulukinya 'diktator terakhir Eropa'. 

Negara pecahan Uni Soviet ini bersekutu dengan Rusia dan kerap bersitegang dengan negara-negara tetangganya, seperti Polandia, Ukraina, Lithuania dan Jerman yang dicap pro Amerika.

Belarusia baru-baru ini juga menutup perbatasan dengan Ukraina karena beralasan jalur tersebut kerap dipakai oleh sel-sel teroris menyuplai senjata ke Belarusia. Pemerintahan Lukashenko menuduh negara-negara yang tadi disebutkan itu sebagai penyandang dana teroris. 

Berita Lainnya