sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenkes: 9 kasus di Tanah Air yang diduga cacar monyet hasilnya negatif

Laboratorium rujukan juga disiapkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait penyakit yang telah menyebar di 75 negara itu.

Gempita Surya
Gempita Surya Rabu, 27 Jul 2022 21:32 WIB
Kemenkes: 9 kasus di Tanah Air yang diduga cacar monyet hasilnya negatif

Penyakit cacar monyet atau Monkeypox belum ditemukan di Indonesia. Hal tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Moh. Syahril dalam konferensi pers Perkembangan Kasus Cacar Monyet di Indonesia, Rabu (27/7).

"Alhamdulillah, belum ditemukan kasus," kata Syahril dalam keterangannya yang dipantau secara daring di saluran YouTube Kemenkes RI.

Syahril menyebut, sebelumnya ada sembilan kasus di Tanah Air yang diduga terinfeksi cacar monyet. Namun setelah dilakukan pemeriksaan PCR, seluruh kasus tersebut dinyatakan negatif cacar monyet. 

Kemenkes terus memperkuat pemeriksaan surveilans di pintu masuk baik darat, laut, maupun udara untuk mengantisipasi masuk dan menyebarnya cacar monyet di Indonesia. Laboratorium rujukan juga disiapkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait penyakit yang telah menyebar di 75 negara itu.

"Kemenkes juga telah menyiapkan dua laboratorium rujukan pemeriksa cacar monyet di Indonesia, yaitu Pusat Studi Satwa Primata LPPM IPB dan Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof. Sri Oemiyati BKPK," ujar Syahril.

Syahril juga meminta seluruh dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, laboratorium, rumah sakit, puskesmas, dan yang lainnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, WHO telah menetapkan cacar monyet sebagai wabah global pada 23 Juli lalu.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk tetap waspada meski penyakit cacar monyet memiliki gejala ringan, bahkan dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, cacar monyet bisa menjadi penyakit berat dan berpotensi menyebabkan komplikasi penyakit.

Masyarakat yang merasakan gejala penyakit ini agar segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat

Sponsored

"Apabila mengalami gejala demam dan ruam, harap memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala serupa," kata Syahril.

Lebih lanjut, Syahril juga berpesan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan. Syahril menilai, protokol kesehatan masih menjadi cara paling ampuh untuk mencegah cacar monyet. 

Menurut Syahril, karakteristik penyakit cacar monyet hampir mirip dengan Covid-19. Karakteristik tersebut di antaranya bersifat self limiting disease, memiliki gejala yang muncul sekitar 2-4 minggu, serta belum adanya obat khusus ataupun vaksin untuk cacar monyet.

"Protokol kesehatan adalah kebutuhan wajib kita untuk menghindari penularan baik dari Covid-19 maupun penyakit infeksi emerging lainnya, termasuk cacar monyet dan hepatitis akut," pesan Syahril.

Untuk diketahui, cacar monyet atau Monkeypox pertama kali ditemukan pada 6 Mei 2022 di Inggris. Per hari ini, penyakit cacar monyet telah menginfeksi 17.156 orang di 75 negara di dunia.

Dari negara-negara tersebut, 69 di antaranya bukan negara endemis cacar monyet. Spanyol menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak, disusul Amerika Serikat dan Perancis.

Berita Lainnya
×
tekid