sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Antisipasi hepatitis misterius, P2G minta Mendikbudristek keluarkan surat edaran

P2G cukup khawatir penyakit misterius akut berubah menjadi pandemi terhadap anak.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 11 Mei 2022 09:50 WIB
Antisipasi hepatitis misterius, P2G minta Mendikbudristek keluarkan surat edaran

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menyatakan munculnya kasus hepatitis akut yang menyerang anak patut menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak sekolah. Fenomena kemunculan hepatitis akut dikhawatirkan berubah menjadi pandemi terhadap anak.

"Kami mendesak Kemdikbudristek dan Pemda membuat surat edaran sebagai pengingat, agar sekolah-sekolah meningkatkan disiplin protokol kesehatan, mencegah Covid-19 yang masih pandemi termasuk mencegah penularan hepatitis terhadap anak," kata Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim dalam keterangannya kepada Alinea.id, Rabu (11/5). 

Menurut Satriwan, pencegahan kasus hepatitis misterius anak ini hendaknya menjadi perhatian lebih, khususnya bagi anak usia play group (day care), PAUD/TK, dan SD/MI. Kata dia, harus menjadi kesadaran kolektif, khususnya bagi guru, siswa, dan orang tua.

Selain itu, Satriwan mengatakan, P2G juga meminta orang tua dan siswa tidak menambah durasi liburan mengunjungi tempat wisata. Pasalnya, sekolah di wilayah provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat (Jabodetabek) memperpanjang libur sekolah sampai 11 Mei 2022. Sekolah masuk kembali serentak pada Kamis (12/5).

"Waktu tambahan liburan siswa baiknya dimanfaatkan untuk istirahat di rumah, apalagi akhir Mei dan awal Juni sudah kenaikan kelas ada Ujian Akhir Semester," ucap Satriwan.

Dia juga menuturkan, bahkan Kelas XII SMA/SMK/Madrasah Aliyah akan menghadapi UTBK dan Ujian Mandiri masuk PTN. Oleh karenanya, para siswa disarankan menyiapkan rangkaian ujian tersebut agar hasilnya maksimal.

P2G juga mendorong sebelum masuk mulai PTM, siswa melakukan tes swab PCR. Hal itu sebagai langkah deteksi dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 pascaliburan.

"Kami mendorong Dinas Pendidikan dan sekolah tiap daerah memfasilitasi swab pcr bagi siswa, bisa dilakukan acak. Agar siswa masuk PTM benar-benar kondisi sehat dan fit," ujar Satriwan.

Sponsored

Sementara itu, Kepala Bidang Advokasi P2G Iman Zanatul Haeri menjelaskan, surat edaran terkait hepatitis akut kepada sekolah, guru, siswa, orang tua, dan warga sekolah lainnya sangat penting diterbitkan.

"Agar warga sekolah memiliki pemahaman yang baik, khususnya terkait kasus hepatitis misterius anak. Apa saja indikasi gejala, faktor penyebab, langkah pencegahan, serta kiat hidup bersih demi menjaga anak agar tidak tertular," kata Iman.

Dia mengatakan, P2G juga mendesak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), Kementerian Agama (Kemenag), dan pemerintah daerah (pemda) untuk meningkatkan pengawasan dan mengevaluasi ketaatan protokol kesehatan di sekolah termasuk pelaksanaan prinsip adaptasi kebiasaan baru (AKB). Sebab, P2G masih menemukan banyaknya pelanggaran prokes di sekolah setelah kebijakan PTM 100% dimulai beberapa bulan lalu.

"Prokes banyak dilanggar warga sekolah, baik siswa maupun guru makin tak disiplin prokes. Apalagi pascamudik lebaran ini. Mestinya warga sekolah jangan dulu euforia, status Covid-19 masih pandemi belum endemi," ucap Iman.

Iman melanjutkan, P2G berharap langkah-langkah pencegahan penularan dan disiplin prokes di sekolah adalah upaya yang sangat penting dan strategis untuk menurunkan angka sebaran Covid-19. Selain itu, demi mencegah jauh-jauh hari agar kasus hepatitis misterius anak tidak kemudian hari berubah menjadi pandemi yang kembali akan berdampak terhadap kualitas pendidikan nasional.

Berita Lainnya