sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pelaku penyebab kebakaran Gedung Kejagung terancam penjara 15 tahun

Penyidik menemukan bukti adanya pekerja yang sejak siang hingga sore melakukan renovasi di lantai enam awal mula munculnya api.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 17 Sep 2020 13:42 WIB
Pelaku penyebab kebakaran Gedung Kejagung terancam penjara 15 tahun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 365.240
Dirawat 64.032
Meninggal 12.617
Sembuh 289.243

Bareskrim Polri berkomitmen mengusut tuntas penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada 22 Agustus 2020. Bahkan, pelaku yang mengakibatkan kebakaran terancam hukuman penjara maksimum belasan tahun.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyidikan atas pelaku penyebab timbulnya amukan Si Jago Merah. Pusat laboratorium forensik (Puslabfor), Inafis dan penyidik telah melakukan enam kali olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa 131 saksi.

Sigit menjelaskan, usai dinaikkan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan, telah ditetapkan pasal berlapis bagi pelaku yang terbukti menyebabkan kebakaran. 

"Kami telah bersama-sama berkomitmen mengusut tuntas kasus ini. Pelaku akan dijerat Pasal 187 tentang kebakaran dengan ancaman hukuman 12-15 tahun dan atau pasal 188 KUHP tentang kebakaran maksimum hukuman lima tahun," kata Sigit dalam konferensi pers secara daring, Kamis (17/9).

Dia membeberkan, dari enam kali olah TKP ditemukan sejumlah barang bukti berupa rekaman CCTV, kabel, abu arang, kayu sisa kebakaran, jerigen berisi cairan pembersih, kaleng bekas lem, terminal bontat, dan gas limet yang disimpan di gudang cleaning service.

Sigit menyebut, penyidik juga menemukan bukti adanya pekerja yang sejak siang hingga sore melakukan renovasi di lantai enam awal mula munculnya api. Bahkan, saat muncul api terdapat seseorang yang berusaha memadamkan.

"Ada saksi yang mengetahui berusaha memadamkan kebakaran, karena tidak mendukung sarana yang memadai akhirnya api semakin membesar dan mau tidak mau meminta bantuan pemadam kebakaran," ujar Sigit.

Hasil uji Labfor pun menunjukan, api berawal bukan dari konsleting listrik. Namun, api memang cepat menyebar karena bahan bangunan yang terdapat unsur-unsur mudah terbakar.

Sponsored

Atas perkembangan pengusutan tersebut, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejagung, Fadil Zumhana menyatakan apresiasi yang sebesar-besarnya pada Polri. Ia menyatakan, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin telah berkomitmen pengusutan kasus tersebut hingga tuntas.

"Kami berkomitmen mengungkap detil peristiwa ini. Kami menaikkan dari penyelidikan dan penyidikan untuk menangkap tersangka dan sampai nanti dipersidangan silakan kawal bersama," tuturnya.

Berita Lainnya