sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Peran Bripka RR dan sopir istri Sambo dalam kasus Brigadir J

Keduanya bersama Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Immanuel Christian
Immanuel Christian Rabu, 10 Agst 2022 19:14 WIB
Peran Bripka RR dan sopir istri Sambo dalam kasus Brigadir J

Bareskrim Polri telah menetapkan 4 orang sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas bekas Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo (FS). Dua di antaranya adalah Ricky Rizal atau Bripka RR dan Kuat Ma'ruf atau KM selaku asisten rumah tangga (ART) yang juga sopir istri Sambo, Putri Candrawathi.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, mengatakan, Ricky berperan membuka ruang sehingga skenario penembakan itu terjadi.

"[Ricky] memberi kesempatan penembakan terjadi," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (10/8).

Sementara itu, Kuat turut hadir bersama Ricky. Dia tidak mencegah penembakan dan menyaksikan Sambo memerintahkan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, yang juga sudah berstatus tersangka, melepaskan timah panas kepada Brigadir J.

"Ikut hadir bersama Kuat, Richard saat diarahkan FS [untuk menembak]," ujar Agus.

Ricky dan Kuat juga tidak melaporkan rencana pembunuhan itu. Bersama Sambo dan Bharada E, Ricky dan Kuat juga dijerat pasal pembunuhan berencana, yakni Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. 

Selain mereka berempat, timsus Polri menduga terdapat 31 personel polisi melanggar kode etik. Mereka diperiksa secara khusus atas pelanggaran etik dalam kasus penembakan Brigadir J.

Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Agung Budi Maryoto, mengatakan, ada 56 personel yang diperiksa terkait kasus tersebut. Jumlah tersebut termasuk 31 anggota yang melanggar kode etik.

Sponsored

"Dari 56 personel Polri tersebut, terdapat 31 personel Polri yang diduga melanggar Kode Etik Profesi Polri atau KKEP," katanya, Selasa (9/8).

Dalam kesempatan sama, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan, sebanyak 11 personel dari 31 personel yang diduga melanggar pelanggaran etik telah dilakukan penempatan khusus di Mako Brimob Polri.

Belasan personel itu terdiri dari 1 jenderal bintang dua, 2 jenderal bintang satu, 2 komisaris besar (kombes), 3 ajun komisaris besar polisi (AKBP), 2 komisaris polisi (kompol), dan 1 ajun komisaris polisi (AKP).

Berita Lainnya
×
tekid