logo alinea.id logo alinea.id

Arief Rachman: Seminggu lalu Habibie masih dapat duduk tegak

"Tidak ada respons fisik. Saya melihat beliau hanya tidur."

Robertus Rony Setiawan
Robertus Rony Setiawan Rabu, 11 Sep 2019 17:55 WIB
Arief Rachman: Seminggu lalu Habibie masih dapat duduk tegak

Profesor dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta Arief Rachman punya kenangan penting dari perjumpaannya dengan B J Habibie. Seusai menjenguk Presiden ke-3 RI tersebut di RSPAD Gatot Soebroto, Rabu siang (11/9), Arief mengatakan, Habibie pernah mengingatkannya perihal tujuan utama pendidikan Indonesia. 

"Bilang sama guru-guru seluruh Indonesia, jangan mengajar saja, tetapi harus mendidik. Karakter bangsa itu penting," kata Arief menirukan perkataan Habibie pekan lalu kepadanya.

Arief bilang, sebelum tergolek lemas dan dirawat intensif di Cerebro Intensive Care Unit (CICU) RSPAD, Habibie seminggu lalu masih dapat duduk tegak, berbicara lugas dan tegas.

Namun, saat menjenguk kembali siang tadi, menurut Arief, Habibie tak memperlihatkan komunikasi fisik sedikit pun. Habibie menjalani perawatan di RSPAD sejak Minggu (1/9). Belakangan, Habibie semakin melemah sehingga harus masuk CICU. 

"Tidak ada respons fisik. Saya melihat beliau hanya tidur," kata dia. 

Arief melanjutkan, Habibie yang tahun ini berusia 83 tahun masih getol mencermati isu pendidikan anak bangsa. Bercermin dari Bapak Proklamator Sukarno dan Hatta yang mengenyam pendidikan sarjana, kata Arief, Habibie memandang setiap warga negara perlu mendapatkan hak pendidikan yang layak bagi bekal menumbuhkan Indonesia yang lebih maju. 

"Republik ini merdeka karena perjuangan orang-orang berpendidikan. Maka, kita harus buat supaya bangsa bisa memberikan pendidikan yang terbaik," ucap Arif. 

Dengan potensi bangsa Indonesia yang memiliki 51 juta murid dan sekitar 2,7 juta guru, menurut Habibie, pendidikan merupakan tonggak bagi kemerdekaan dan usaha membangun perkembangan bangsa Indonesia.

Sponsored

"Tanpa pendidikan, bangsa ini tidak akan maju," ucap Arif.