sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dituding korupsi proyek Asian Games, Erick Thohir klarifikasi

Erick Thohir mengklarifikasi namanya disebut-sebut tersangkut kasus dugaan korupsi proyek penyelenggaraan Asian Games 2018.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Rabu, 12 Sep 2018 20:58 WIB
Dituding korupsi proyek Asian Games, Erick Thohir klarifikasi

Erick Thohir mengklarifikasi namanya disebut-sebut tersangkut kasus dugaan korupsi proyek penyelenggaraan Asian Games 2018.

Kasus dugaan korupsi Asian Games kembali mengemuka setelah Erick Thohir ditunjuk sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Capres-Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin. Kasus itu muncul saat Erick menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Pengusaha pemilik Mahaka Media Group itu menanggapi secara santai munculnya kasus dugaan korupsi tersebut. Ketua Panitia Asian Games Jakarta-Palembang 2018 (Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee/Inasgoc) itu menilai kampanye hitam adalah hal biasa jika dirinya masuk ke ranah politik.

"Saya rasa yang namanya black campaign biasa. Iya kan? Yang terpentingkan buktinya, sebagai contoh bagaimana hal itu (kasus korupsi) diangkat, saya enggak mau bikin statemen, karena kita mesti menghormati hukum," katanya, Rabu (12/9). 

Dia menegaskan, pihak kepolisian telah melakukan klarifikasi berkenaan isu akan adanya pemanggilan kembali dirinya dalam kasus tersebut. "(Pihak kepolisian) mengatakan hal tersebut tidak benar," klaimnya. 

Pernyataan dari kepolisian, sambungnya, akan menjadi acuan agar tidak terjadi perseteruan yang tak berguna. Isu dugaan korupsi itu memang dituding sengaja dimunculkan di tengah-tengah masyarakat setelah dirinya menjadi tim sukses Jokowi-Maruf.

Dia menyayangkan, dimunculkannya isu tersebut secara terus-menerus justru tidak mendidik masyarakat dalam berpolitik. Hingga akhirnya, saling serang dan menimbulkan hubungan yang tidak baik antar masyarakat.

Dia juga percaya, isu tersebut tidak akan memudarkan kepercayaan masyarakat kepadanya. "Masyarakat sekarang sudah pintar. Mohon maaf, misalnya kalau zaman dulu ada statemen, mungkin orang mudah percaya," katanya. 

Sponsored

Keberadaan media sosial seperti Youtube, Facebook, Twitter, hingga Instagram, mempermudah informasi menjadi viral. Namun, rekam jejak digital tidak mudah untuk dihapus dari media sosial.

Untuk itu, Erick menilai tak perlu bereaksi berlebihan dalam menanggapi isu di media sosial. Sebab, semua status hukum atas dugaan korupsi tersebut telah jelas, dan dia juga menghormati hukum di Indonesia.

"Statement-nya simple, bahwa (saya) bagian dari manajemennya. Bukan politiknya. Ini ahli politiknya sudah ada, kita (Erick) manajemennya," katanya. 

Rapat perdana

Sebagai ketua tim sukses, Erick Thohir menggelar rapat perdana. Dia masih sekadar saling berkenalan dan konsolidasi dengan anggota tim kampanye nasional. 

"Makanya tadi saya (saat) ditanya strateginya apa (belum jawab), wong baru rapat pertama," katanya seusai melakukan rapat dengan para Sekjen di Gedung High End, Kebonsirih, Gondangdia, Jakarta Pusat.

Berkenaan dengan strategi kampanye yang akan dilakukannya, Erick masih belum menjawab. "Belum, kan ini masih konsolidasi. Pasti nanti kan strategi itu kita akan terus mantapkan, di mana Insha Allah tanggal 23 baru kami bisa lihat apa-apa yang bisa dilakukan," sebutnya. 

Erick mengaku belum ada arahan terbaru dari pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Maruf Amin. 

"Jadi, kalau arahan tidak berbeda jauh dengan yang di Cemara. Kami sekarang konsolidasinya apakah sama-sama satu visi, karena partai pendukungnya banyak sekali, Alhamdulillah solid," ujarnya. 

Erick meyakini, koalisi pendukung Joko Widodo memiliki visi yang sama dan terus membangun Indonesia untuk rakyat. 

Sejak awal terpilih sebagai ketua tim sukses, Erick Thohir enggan mengatakan adanya pertarungan dalam pemilihan presiden mendatang. Erick menegaskan akan konsisten, tidak ada kata-kata pertarungan agar tak menimbulkan luka. 

"Ketika terjadi pertarungan pasti ada yang luka, biasanya yang luka itu rakyat. Nah, itu yang kami tidak inginkan, maka kami konsisten dan selalu berbicara dalam konsolidasi bersahabat dan bermartabat," tegasnya. 

Hal tersebut dibuktikannya dengan melakukan pertemuan dengan sahabatnya calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno.