sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Menakar peluang Partai Demokrat di Pileg 2024

Partai Demokrat diprediksi bakal mengulang kejayaannya dan menjadi pemenang di Pemilu 2024.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 23 Feb 2022 11:39 WIB
Menakar peluang Partai Demokrat di Pileg 2024

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, memprediksi Partai Demokrat bakal mengulang kejayaannya dan menjadi pemenang di Pemilu 2024. Catatannya, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bekerja lebih keras lagi untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya.

Hal tersebut diungkap Jamiluddin, berkaca dari hasil survei kepemimpinan nasional (SKN) Kompas. Dalam surve itu, elektabilitas Partai Demokrat 10,7% dan masuk tiga besar di bawah PDI Perjuangan yang menuai angka 22,8% dan Partai Gerindra 13,9%.

"Tiga partai tersebut, termasuk Golkar, diperkirakan akan terus bersaing hingga 2024. Partai mana yang dinilai lebih berpihak kepada rakyat dan kadernya terbebas dari kasus korupsi, akan dengan sendirinya menjadi pemenang pada Pileg 2024," kata Jamiluddin dalam keterangannya, Rabu (23/2).

Dia menerangkan, dari empat partai tersebut, tampaknya elektabilitas Partai Demokrat yang mengalami kenaikan signifikan. Sementara, PDIP dan Gerindra, meskipun mengalami kenaikan namun relatif kecil.

"Jadi, dari banyaknya partai yang di survei Kompas, hanya Partai Demokrat yang elektabilitasnya naik lebih besar. Kenaikan elektabilitasnya Partai Demokrat menarik diamati apakah akan mengulang kejayaannya pada Pileg 2009," ujar Jamiluddin.

Dalam pengamatan Jamiluddin, Partai Demokrat, elektabilitasnya berpeluang minimal masuk dua besar bila tetap konsisten dengan jargonnya berkoalisi dengan rakyat. Jargon tersebut tidak sekedar dikampanyekan, tapi benar-benar diimplementasikan oleh semua kadernya.

"Untuk itu, kader Demokrat harus hadir dalam setiap kesulitan rakyat. Dengan begitu, rakyat akan merasakan manfaat jargon berkoalisi dengan rakyat," katanya.

Selain itu, menurut Jamiluddin, keberpihakan dengan rakyat juga harus tercermin dari perjuangan anggota DPR RI dan DPRD Partai Demokrat. Semua kebijakan dan peraturan yang tidak berpihak dengan rakyat harus ditolak. Dengan begitu rakyat yakin Partai Demokrat memang pembela mereka.

Sponsored

Selain itu, Partai Demokrat harus konsisten menjaga praktik demokrasi di Indonesia. Hal itu tidak hanya di eksternal partai, tapi juga di internalnya.

"Setiap ancaman terhadap demokrasi, Partai Demokrat harus menjadi garda terdepan membelanya. Bahkan Partai Demokrat harus melawan siapa pun yang berupaya melemahkan demokrasi di tanah air," ucap dia.

Di internal, tambah Jamiluddin, Partai Demokrat juga harus konsisten melaksanakan demokrasi, misalnya dalam musyarwah daerah (musda) dan musyawarag cabang (muscab), sudah seharusnya calon yang memperoleh suara terbanyak yang disahkan oleh DPP menjadi ketua DPD dab ketua DPC. Dengan begitu, kata Jamiluddin, masyarakat akan menilai Partai Demokrat memang partai yang demokratis.

"Kalau Parati Demokrat konsisten melakukan hal itu, maka tidak sulit kiranya untuk mengerek elektabilitasnya masuk dua beaar. Bahkan tidak menutup kemungkinan menyodok ke peringkat satu sebagaimana pada pileg 2009," katanya.

Berita Lainnya
×
tekid