sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pernyataan bersayap Bamsoet soal perebutan kursi ketum Golkar

Meskipun mendukung Airlangga, Bamsoet belum memutuskan mundur dari perebutan kursi ketua umum Golkar. 

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 30 Sep 2019 16:30 WIB
Pernyataan bersayap Bamsoet soal perebutan kursi ketum Golkar

Wakil Koordinator Bidang Pratama DPP Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) sepakat 'berbaikan' dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Bamsoet bahkan resmi menyatakan dukungan kepada Airlangga untuk mempertahankan kursi Golkar 1 di Musyawarah Nasional (Munas) Golkar, Desember mendatang. 

Kepada pewarta, Bamsoet mengatakan, ia memutuskan mendukung Airlangga dalam rangka menurunkan tensi politik yang semakin memanas di internal partai berlambang pohon beringin itu. 

"Jadi melihat situasi, kondisi, dan tensi politik yang semakin memanas saya memutuskan untuk cooling down," kata Bamsoet kepada wartawan di Kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Senin (30/9). 

Namun demikian, Bamsoet mengatakan, itu bukan berarti ia memutuskan mundur dari pencalonan sebagai ketua umum Golkar. Ia mengatakan, soal kompetisi perebutan kursi ketua masih akan dibahas di internal parpol. 

Ketika dicecar soal makna dukungannya kepada Airlangga, Bamsoet bahkan meminta wartawan memaknainya sendiri. "Soal munas itu internal kami (dan) akan kita putuskan berikutnya. Saya memutuskan cooling down. Artikan sendiri," imbuh Ketua DPR RI itu. 

Bamsoet bisa dikata satu-satunya kandidat terkuat kader Golkar yang mampu menyaingi Airlangga dalam perebutan kursi Golkar 1. Kandidat-kandidat lainnya semisal Bambang Indra Utoyo, Ali Yahya, Ulla Nuchrawatty, Marlinda Irwanti, dan Ridwan Hisyam, relatif kalah pamor jika dibandingkan kedua nama itu. 

Sejak memutuskan mencalonkan diri pada pertengahan Juli lalu, Bamsoet pun tak segan-segan mengkritik kepemimpinan Airlangga. Bahkan, Bamsoet sempat menyebut Airlangga gagal dalam membenahi Golkar jika dilihat dari raihan kursi di parlemen. 

Pengamat komunikasi politik Universitas Mercu Buana, Syaifuddin menilai dukungan Bamsoet belum tentu memuluskan langkah Airlangga kembali memimpin Golkar. Masih ada peluang kuda hitam muncul menjelang munas. 

Sponsored

"Pemenang Ketua Umum Golkar bisa dimunculkan dalam hitungan menit menjelang pemilihan. Di arena munas (Golkar) ini, biasa muncul kuda hitam," kata Syaifuddin.