sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung 2021

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) sebagai kontraktor sudah menyelesaikan 27% pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 07 Agst 2019 12:42 WIB
Kereta cepat Jakarta-Bandung ditargetkan rampung 2021

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menargetkan penyelesaian proyek lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung pada medio 2021. Kereta cepat ini direncanakan akan melakukan trial pada kuartal II-2021 selama tiga hingga empat bulan. 

Direktur Utama WIKA Tumiyana mengatakan hingga saat ini progres pembangunan lintasan kereta cepat telah mencapai 27,2% dari target penyelesaian 49%-50% tahun ini. 

"Progres di lapangan sebagian di kilometer 41 tiang-tiangnya sudah berdiri, di Halim juga sudah terbangun. Kemudian smpai kilometer 5 dari Halim itu akan hilang karena masuk ke tunnel pertama," ujar Tumiyana di gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (7/8).

Untuk diketahui, lintasan kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan dibangun sepanjang 142 kilometer (km). Dengan kereta cepat, Jakarta-Bandung nantinya bisa ditempuh hanya dalam waktu 44 menit dengan kecepatan kereta 300 km/jam. Akan ada sebanyak 102 frekuensi kereta per hari yang akan melintasi jalur tersebut. 

WIKA juga akan membangun empat stasiun Transit Oriented Development (TOD) yang direncanakan WIKA, yaitu Halim, Karawang, Walini, dan Tanjung Luar. Nantinya, dari keempat stasiun tersebut, dua stasiun akan dibangun melayang, yaitu stasiun Halim dan stasiun Walini. 

"Dari masing-masing Transit Oriented Development (TOD) ini, empat kota baru akan terbangun di sepanjang lintasan kereta cepat. Salah satu yang terbesar adalah Walini," kata Tumiyana. 

Tumiyana melanjutkan, Walini akan memiliki luas sebesar 1.270 ha. Kemudian Tegal Luar akan memiliki luas 350 ha, dan di Halim 200 ha. Tumiyana pun memperkirakan, WIKA akan mendapatkan pendapatan sebesar Rp288 triliun dari properti di kota-kota baru tersebut di tahun-tahun mendatang. 

Sementara itu, total investasi untuk proyek lintasan kereta cepat ini sebesar Rp80 triliun. Investasi tersebut 20% berasal dari ekuitas perseroan, dan 80% berasal dari utang. 

Sponsored

Tumiyana memperkirakan dana yang telah dikeluarkan perseroan hingga saat ini untuk investasi kereta cepat sebesar Rp21,6 triliun. "Kami estimasikan hingga akhir tahun 2019, dana yang kita keluarkan untuk investasi kereta cepat ini Rp40 triliun," tutur Tumiyana