sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pungutan ekspor CPO dihapus, kinerja emiten kebun merekah

Penghapusan pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya bakal membuat kinerja emiten kebun melejit

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Rabu, 28 Nov 2018 23:50 WIB
Pungutan ekspor CPO dihapus, kinerja emiten kebun merekah
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Penghapusan pungutan ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya bakal membuat kinerja emiten kebun melejit.

Adapun rencana tersebut mendapat sambutan baik dari emiten-emiten penghasil minyak kelapa sawit. Salah satunya adalah PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI).

Direktur Independen & Corporate Secretary AALI Mario C. Surung mengatakan, rencana tersebut mengindikasikan pemerintah sangat mendukung dan memperhatikan bisnis kelapa sawit di tengah harga yang tengah anjlok.

"Menurut saya penghapusan Levy atas ekspor CPO adalah sangat membantu usaha kelapa sawit yang saat ini sedang terpuruk. Terutama akan meningkatkan daya saing kita dengan Malaysia," ungkap Mario kepada Alinea.id, Rabu (28/11).

Mario mengungkapkan hal ini juga akan menaikkan pendapatan bagi perusahaan apabila bisa menjaga harga tidak semakin turun. "Untuk situasi saat ini apabila hal tersebut bisa menjaga harga tidak semakin turun tentu akan menaikkan pendapatan perusahaan apalagi kalau bisa menaikkan harga CPO dan turunannya. Kalau harga masih turun ya tentu tidak berdampak ya," jelasnya.

Jadi menurutnya, rencana pemerintah menghapus pungutan ekspor CPO dan produk turunanya berdampak positif. "Ya pasti positif banget ya," imbuhnya.

Adapun strategi perseroan dalam meningkatkan pendaptan dengan mengontrol biaya dan menambah pangsa pasar. Saat ini, AALI memang memasarkan CPO-nya ke Asia dan Eropa.

"Kalau harga tentu kita tidak bisa atur ya, yang bisa kami lalukan adalah mengontrol cost dan berusaha menambah market di luar Asia dan Eropa tentunya," jelas Mario.

Sponsored

Pendiri dan Direktur Jagartha Advisor FX Iwan mengatakan, penurunan pungutan CPO memang memberikan dampak positif kepada emiten di tengah penurunan harga CPO yang cukup signifikan.

Namun Iwan melihat dampak tersebut hanya bersifat sementara karena setelah harga CPO pulih kemungkinan pungutan akan diberlakukan normal.

"Mungkin saat ini bisa menjadi kesempatan untuk mengakumulasi saham CPO namun untuk hold jangka pendek. Hal ini mengingat harga CPO sendiri masih belum menunjukkan penguatan kembali," ujar Iwan pada kesempatan terpisah.

Dia memprediksi tahun depan harga CPO berpotensi menguat kembali di kisaran US$600 per ton. "Prediksi sampai akhir tahun susah ya, tapi kalau tahun depan potensi menguat kembali," terangnya.

Sementara itu, Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan, penghapusan pungutan ekspor CPO kemungkinan akan berpengaruh terhadap pengurangan beban.

"Akan tetapi dari sisi pendapatan, ini yang bisa jadi masalah kalo harga CPO global yang terus mengalami penurunan," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan, dampak dari penghapusan pungutan ekspor cukup positif bagi emiten perkebunan kelapa sawit sepert AALI dan LSIP.

"Karena minimal bisa menekan cost mereka dan bisa menekan harga jual, sehingga emiten CPO punya harga yang kompetitif. Jadi penghapusan pungutan ekspor sedikit meringankan beban emiten CPO," tandas Edwin.

Berita Lainnya