logo alinea.id logo alinea.id

Suku bunga acuan BI turun lagi ke 5,5%

Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 22 Agst 2019 15:04 WIB
Suku bunga acuan BI turun lagi ke 5,5%

Bank Indonesia menurunkan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) atau BI rate sebesar 25 bps menjadi 5,5%.
Selain itu, BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,25%. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penurunan suku bunga acuan ini konsisten dengan rendahnya prakiraan inflasi yang berada di bawah titik tengah sasaran, tetap menariknya imbal hasil investasi aset keuangan domestik sehingga mendukung stabilitas eksternal.

“Ini juga sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi ke depan dari dampak perlambatan ekonomi global,” kata Perry dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (22/8).

Perry mengatakan strategi operasi moneter tetap diarahkan untuk memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang sehingga memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif. 

Kebijakan makroprudensial tetap akomodatif untuk mendorong penyaluran kredit perbankan dan memperluas pembiayaan bagi perekonomian, termasuk pembiayaan ramah lingkungan. Kebijakan sistem pembayaran dan pendalaman pasar keuangan juga terus diperkuat guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

Perry menyebut penurunan suku bunga acuan ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Pertama, berlanjutnya ketegangan hubungan dagang dan sejumlah risiko geopolitik makin menekan volume perdagangan dan pertumbuhan ekonomi dunia.


Kedua, pertumbuhan ekonomi triwulan II 2019 tercatat 5,05% (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan dengan capaian triwulan sebelumnya sebesar 5,07% (yoy), 

Ketiga, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga, di tengah kondisi global yang kurang kondusif dan perilaku musiman domestik. NPI triwulan II-2019 tetap baik ditopang berlanjutnya surplus neraca transaksi modal dan finansial sebesar US$7,1 miliar.

Sponsored

Keempat, nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Pada Juli 2019 rupiah mengalami apresiasi 0,8% secara point to point dibandingkan dengan level akhir Juni 2019.

Kelima, inflasi tetap terkendali pada level yang rendah dan stabil. Inflasi IHK pada Juli 2019 tercatat 0,31% (mtm), menurun dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,55% (mtm). 

Keenam, pasar uang tetap stabil dan efisien sehingga mendukung transmisi kebijakan moneter. 

Ketujuh, stabilitas sistem keuangan tetap terjaga, disertai dengan risiko kredit yang terkendali dan fungsi intermediasi yang berlanjut. Terakhir, Kelancaran Sistem Pembayaran tetap terjaga baik tunai maupun nontunai.