sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PM Inggris percaya diri dapat atasi no-deal Brexit

PM Boris Johnson sebelumnya telah menyatakan apapun yang terjadi, Inggris siap hengkang dari Uni Eropa pada 31 Oktober 2019.

Valerie Dante
Valerie Dante Senin, 26 Agst 2019 15:07 WIB
PM Inggris percaya diri dapat atasi no-deal Brexit
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Dalam KTT G7 di Prancis pada Sabtu (24/8), Perdana Menteri Boris Johnson mengklaim bahwa Inggris dapat dengan mudah mengatasi skenario Brexit tanpa kesepakatan (no-deal Brexit).

"Menurut saya, Inggris dapat melaluinya. Negara kami adalah negara yang hebat, kami dapat dengan mudah mengatasi skenario no-deal," tutur PM Johnson.

Johnson mengatakan bahwa pemerintahnya sedang meningkatkan persiapan untuk menghadapi no-deal.

Dia mengklaim bahwa persoalan kekurangan makanan sangat tidak mungkin terjadi dan menjamin bahwa pasien-pasien di Inggris tetap dapat mengakses obat-obatan tanpa halangan jika Inggris hengkang secara no-deal. Persoalan kekurangan makanan dan obat-obatan merupakan dua dari sejumlah risiko no-deal Brexit yang diuraikan dalam dokumen rahasia pemerintah Inggris yang bocor pada pertengahan Agustus.

PM Johnson menambahkan, jika no-deal terjadi, Inggris akan menahan sebagian besar penyelesaian finansial (financial settlement) sebesar US$47,8 miliar yang disetujui antara Uni Eropa dan Theresa May.

Penyelesaian finansial merupakan sejumlah uang yang akan diberikan Inggris kepada Uni Eropa ketika negara itu cerai dari blok tersebut. Hal tersebut merupakan salah satu bagian dari kesepakatan Brexit milik May.

"Jika Inggris hengkang secara no-deal, tentu uang sebesar US$47,8 miliar itu tidak lagi menjadi utang kami kepada Uni Eropa," kata dia. "Dari dana itu, akan ada jumlah yang sangat besar yang tersedia untuk dibelanjakan untuk prioritas Inggris."

Sebelumnya, selama kampanye pemilihan pemimpin Partai Konservatif, Johnson berulang kali menyarankan agar seluruh dana itu ditahan. Menurutnya, dana itu dapat digunakan sebagai kekuatan tawar-menawar Inggris untuk menyepakati hubungan perdagangan yang lebih baik dengan Uni Eropa.

Sponsored

Johnson mengaku sedang berjuang agar Inggris dan Uni Eropa menyetujui kesepakatan Brexit saat nanti cerai pada 31 Oktober. Namun, sejauh ini dia belum mengungkapkan detail rencananya untuk mewujudkan hal itu.

PM Johnson sempat bertemu dengan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk di sela-sela KTT G7 pada Minggu (25/8). Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan tidak ada terobosan yang tercapai di antara keduanya.

"Pada dasarnya mereka hanya menegaskan ulang posisi masing-masing. Tidak ada unsur substantif baru dari pihak mana pun," kata pejabat itu.

Dia mengatakan bahwa Uni Eropa mengharapkan Johnson membawa ide-ide baru untuk memecah kebuntuan perundingan Brexit.

"Kami menunggu, kami butuh ide dan usulan dari pihak Inggris," ungkap dia.

Pada Minggu, Johnson mengklaim bahwa situasi terkait Brexit telah membaik secara signifikan, tetapi sejauh ini masih belum pasti apakah dapat menghindari no-deal.

Sumber : The Guardian

Berita Lainnya