logo alinea.id logo alinea.id

Ketua KPK jadi panelis debat capres cawapres

Jadi panelis, Ketua KPK menolak hadir dalam debat dengan alasan tidak ingin masuk ke dalam dunia politik.

Robi Ardianto
Robi Ardianto Sabtu, 05 Jan 2019 15:22 WIB
Ketua KPK jadi panelis debat capres cawapres

Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan ada enam panelis dalam debat kandidat pertama yang akan dilaksanakan pada 17 Januari mendatang. Salah satunya Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Korupsi (KPK) Agus Rahardjo.

Keenam panelis tersebut antara lain: Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, Margarito Kamis, Bivitri Susanti, Guru Besar Hukum UI Hikmahanto Juwana, Mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan dan Ketua KPK Agus Rahardjo.

Sementara itu, dua nama lainnya yang sempat mencuat yaitu Adnan Taufan Husodo dari Indonesian Corruption Watch (ICW) dan Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Meskipun pada akhirnya kedua nama tersebut dicoret dari daftar calon panelis. 

Pencoretan kedua tokoh tersebut berdasarkan kesepakatan kedua tim sukses calon presiden dan calon wakil presiden. Mereka, masing-masing sepakat mengurangi satu calon panelis.

"Tim Paslon nomor 01 mengurangi Pak Adnan. Kalau nomor 02 mengurangi Bambang," terang Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Mandarin pada Sabtu (5/1).  

Debat untuk pertama kali akan dimoderatori oleh Ira Kusno dan Imam Priyono. Menurut KPU keduanya telah menyatakan kesediannya.

Menanggapi dirinya menjadi salah satu panelis dalam debat capres dan cawapres, Ketua KPK Agus Rahardjo justru memastikan dirinya tidak akan hadir. Alasannya, ia tidak ingin terjebak dalam dunia politik. 

Agus baru mendapat kabar dirinya diminta menjadi panelis oleh Komisi Pemilihan umum (KPU), sejak Kamis (3/1). Tapi ia menolak datang. 

Sponsored

"KPK tidak akan datang supaya tidak terkesan kami ditarik ke politik," kata Agus pada Sabtu (5/1).

Walau tidak menjadi panelis debat, Agus memastikan KPK dapat tetap berkontribusi dengan membantu membuat pertanyaan untuk debat kandidat mendatang. Toh, keenam panelis akan membuat pertanyaan terbuka yang akan diberikan kepada pasangan calon.

Sementara itu, Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menilai dicoretnya dua nama panelis debat kandidat tahap pertama Pilpres 2019 merupakan kewenangan KPU.

Bagi Ma'ruf yang terpenting adalah independensi dan obyektivitas moderator maupun panelis tetap terjamin. Ia yakin KPU tahu yang panelis dan moderator yang terbaik, jujur dan obyektif. 

"Mereka tidak berusaha menyudutkan atau membuat para capres-cawapres kesulitan," tukas Ma'ruf.