sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Kata Azis Syamsudin soal uji kelayakan Kapolri tak bahas kasus Novel

Pengangkatan Idham Azis sebagai Kapolri diharapkan memberi titik terang terkait kasus teror yang menimpa penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Kamis, 31 Okt 2019 13:25 WIB
Kata Azis Syamsudin soal uji kelayakan Kapolri tak bahas kasus Novel

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsudin menolak berkomentar terkait fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan Idham Aziz, calon Kepala Polri yang akan menggantikan Jenderal Tito Karnavian yang kini jadi Menteri Dalam Negeri. Dalam uji di Komisi Hukum itu tak dibahas kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Azis menegaskan dirinya tidak mau masuk ke wilayah teknis yang menjadi ranah Komisi III. Menurut politikus Partai Golkar ini, kasus Novel Baswedan lebih tepat ditanyakan kepada Komisi III. Selaku pimpinan DPR ia dirasa perlu membatasi diri.

“Itu mungkin tepatnya ditanyakan kepada Komisi III DPR. Pimpinan DPR tidak masuk ke wilayah teknis dalam sistem secara politik dan administrasi, karena sebagai speaker of parliament kita membatasi diri untuk masuk ke wilayah teknis yang ada kewenangannya di Komisi III,” kata Azis saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta  Kamis (31/10).

Saat diminta masukan soal penanganan kasus Novel Baswedan yang mungkin bisa ditindaklanjuti oleh ke Komisi III, Azis berdalih jika hal itu bukanlah urusan pimpinan. Dia mengatakan, sebaiknya hal itu ditanyakan langsung ke anggota Komisi III.

“Saya pikir pimpinan Komisi III punya pengalaman dan petahana semua. Mereka sudah paham apa yang harus mereka lakukan. Enggak perlu kita (pimpinan DPR) berkomentar kepada teman-teman di Komisi III. Saya menjaga itu supaya ada saling menghormati batasannya," ujar Aziz.

Pengangkatan Idham Aziz sebagai kapolri diharapkan memberi titik terang terhadap pengungkapan kasus teror pada penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Pada 11 April 2017 lalu Novel disiram air keras oleh dua orang tak dikenal.

Di bawah kepemimpinan Jenderal Pol Tito Karnavian, Polri menginisiasi pembentukan tim gabungan pencari fakta untuk mengungkap pelaku teror terhadap Novel. Namun, sampai masa kerja berakhir pada 8 Juli 2018, TGPF gagal mengungkap siapa pelaku teror itu.

Memang, sesuai uji kelayakan kemarin, Idham telah berjanji untuk menuntaskan kasus Novel. Dia mengatakan, akan menunjuk Kabareskrim baru menggantikan dirinya untuk menuntaskan kasus Novel.

Sponsored

"Saya begitu dilantik, saya menunjuk Kabareskrim baru. Dan saya beri waktu menuntaskan kasus ini (Novel)," kata Idham.

Sementara itu, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan selain diharapkan bisa mengungkap kasus Novel, pihaknya berharap terpilihnya Komjen Pol Idham Aziz sebagai Kapolri dapat mengungkap pelaku teror yang menimpa dua pimpinan lembaga antirasuah yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarif. Agus diteror dengan bom palsu, sedangkan rumah Laode dilempar bom Molotov.

Menurut Febri, penyelesaian kasus teror terhadap aparat penegak hukum merupakan hal penting yang harus diperhatikan bersama. Karena itu, penyelesaian dua kasus teror terhadap pimpinan KPK harus dilanjutkan di masa kepemimpinan Idham di kepolisian.

"Ini tentu perlu dicari juga siapa pelakunya, agar tidak ada teror-teror lain terhadap penegak hukum, baik terhadap pimpinan dan pegawai KPK, ataupun institusi penegak hukum yang lain," kata Febri.