logo alinea.id logo alinea.id

Formappi: Anggota DPR terpilih mayoritas pemalas

Sebagian besar dari 575 anggota DPR terpilih periode 2019-2024 disebut pemalas karena dominan petahana.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Kamis, 05 Sep 2019 19:18 WIB
Formappi: Anggota DPR terpilih mayoritas pemalas

Sebagian besar dari 575 anggota DPR terpilih periode 2019-2024 disebut pemalas karena dominan petahana. 

Peneliti Forum Masyarakat Pecinta Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus memaparkan terdapat 321 atau 56% anggota DPR incumbent yang masuk dalam singgasana parlemen. Sedangkan untuk anggota DPR baru, tercatat hanya berjumlah 254 atau 44%.

"Ada perbedaan dengan Pemilu 2014. Sekarang incumbent lebih tinggi, tapi 2014 caleg baru yang dominan. Pada Pemilu 2014 caleg incumbent hanya 34%, sementara caleg baru 57%," kata Lucius di kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (5/9).

Melihat potret ini, ia beranggapan seharusnya kinerja parlemen bisa lebih baik. Proses alot dalam membahas setiap Undang-Undang (UU), baik Rancangan Undang-Undang (RUU) maupun revisi UU harusnya bisa lebih optimal. Apalagi jika mengerjakan proses RUU yang belum rampung pada priode sebelumnya.

Akan tetapi berkaca dari pengalaman, Lucius tidak menjamin semuanya akan terlaksana. Pasalnya, dominasi incumbent dalam parlemen bukan sebuah hal baru.

"Karena saya kira yang paling menguasai DPR nantinya menentukan kinerja akan baik atau tidak bukan per orangan dari anggota DPR . Tapi ada banyak faktor lain, dan itu lebih banyak ditentukan dari kinerja partai politik (parpol)," kata dia.

Menurut Lucius, hanya komitmen parpol sebagai alat kontrol anggota di DPR itu yang paling menentukan. Tapi faktanya, alih-alih melakukan itu, parpol justru jadi benteng perlindungan bagi anggota DPR yang melakukan kejahatan, malas dan kerja tidak maksimal. Oleh sebab itu, dia menilai publik tidak mempunyai harapan dari incumbent untuk membuat kinerja DPR akan lebih baik. 

Kendati ada peluang untuk berbenah diri, Lucius juga khawatir dominasi incumbent malah akan menambah parah kinerja parlmen. Apalagi, sambungnya, jika berkaca pada pola tingkah anggota DPR periode 2014-2019 yang malas.

Sponsored

"Banyaknya anggota DPR yang terpilih kembali malah sangat mungkin membuat DPR selanjutnya itu juga mungkin berpotensi dengan rapat yang sepi, apalagi mereka dimanjakan dengan RUU yang sudah dalam proses perumusan," ujarnya.