Media / Pemilu

Jurnalisme damai, beretika dan berintegritas pada Pemilu

Pemilu dan Pilkada bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu tapi juga masyarakat dan stakeholder terkait.

Jurnalisme damai, beretika dan berintegritas pada Pemilu Media memiliki peranan penting dalam mensukseskan pemilu./Robi Ardianto

Sejumlah pekerja media yang berwadah Komunitas Pewarta Pemilu, mendeklarasikan jurnalisme damai dan berintegritas. Deklarasi tersebut demi menciptakan jurnalisme damai, beretika dan berintegritas sepanjang pemilihan pemilu berlangsung.

Usai diskusi Ketua Komisi Pemilihan Umum atau KPU Arief Budiman dan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Yuliandre Darwis berharap deklarasi mendorong pemilihan kepala daerah hingga pemilihan umum berlangsung dengan sukses. Sebab pemilu dan pilkada bukan hanya tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga seluruh komponen masyarakat atau stakeholder terutama yang terkait. 

Misalnya antara Bawaslu, KPU, Dewan Pers dan KPI telah bersama-sama membuat gugus tugas dalam rangka pencegahan terhadap pelanggara. Bahkan ada kesepakatan gugus tugas untuk membentuk komitmen bersama bahwa lembaga terkait  mensukseskan pilkada dan pemilu 2019. 

Apalagi peran media dinilai cukup besar. Terutama tanggung jawab pengawasan, meskipun kewenangan secara formal berdasarkan Undang Undang berada di Bawaslu. Selain itu, peranan penting dalam menyampaikan informasi adalah benar, akurat dan valid. 

Selain itu, media juga memiliki peran dalam menyampaikan pesan damai, dalam setiap pemberitaan. Kemudian, menyampaikan info kepada masyarakat secara seimbang, sehingga bisa memberikan pendidikan politik bagi pemilih.

Ketua KPU Arief Budiman menambahkan media memiliki peranan utama atau parsial dalam mewujudkan pemilu berorientasi. Karena media ikut berkontribusi menyediakan lapangan kontestasi atau arena yang seimbang bagi semua kontestan.

"Secara umum, saat ini banyak media yang masih menyampaikan pesan yang adil dan berimbang. Meskipun ada saja media yang berperilaku memposisikan dirinya sebagai pendukung salah satu peserta pemilu," kata Arief. 


Berita Terkait