sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id
Indra  Wardhana

Gerakan mahasiswa di seluruh dunia

Indra Wardhana Rabu, 25 Sep 2019 15:57 WIB

Di Amerika Serikat, gerakan hak-hak sipil dan pembangkangan selama Perang Vietnam menjadi pendorong utama demonstrasi mahasiswa selama periode tersebut.

Di Prancis, meningkatnya militansi kelas pekerja dikombinasikan dengan penggunaan kekerasan yang berlebihan oleh polisi terhadap pemrotes mahasiswa menyebabkan pemberontakan tersebut terjadi pada 1968 (Maurin & McNally, 2008). Di Italia, pernikahan antara kelas pekerja dan pemrotes mahasiswa adalah yang paling menonjol. Hal itu seperti yang Ginsborg (1990) tuliskan "gerakan protes Italia adalah yang paling mendalam dan bertahan lama di Eropa. Ini menyebar dari sekolah dan universitas berlanjut ke pabrik-pabrik, dan terus ke masyarakat secara keseluruhan".

Gerakan di 1960 juga berpengaruh pada lembaga pendidikan itu sendiri. Klemen?i? (2014) mengemukakan "Salah satu hasil penting dari demonstrasi ini adalah konsolidasi perwakilan mahasiswa di dalam pengambilan keputusan universitas."

Struktur kepemimpinan mahasiswa menjadi bagian penting dari universitas yang bersifat demokratis. Gerakan ini juga berdampak pada proses di lingkungan perguruan tinggi. Di Prancis, demonstrasi 1968 menghasilkan sistem pemeriksaan yang lebih lunak yang membuat lebih banyak mahasiswa mencapai kredensial akademis (Maurin & McNally, 2008).

Pergerakan mahasiswa di negara berkembang juga turut andil dalam lintasan sejarah pergerakan mahasiswa dunia. Para mahasiswa telah memainkan peran utama dalam perjuangan kebebasan mereka. Mereka yang menciptakan gagasan umum tentang kebangsaan dan identitas kolektif bersama yang tidak mungkin dilakukan tanpa keterlibatan aktif dari para mahasiswa. Mahasiswa di negara-negara seperti Kenya, India, Burma, Indonesia dkk memainkan peran aktif di negara-negara tersebut untuk mengatasi penguasa kolonial mereka (Altbach, 1989).

Namun, terlepas dari perjuangan kebebasan dan beberapa contoh yang disebutkan di atas, pergerakan mahasiswa sepanjang sejarah telah bersifat sporadis. Hal ini terutama karena pada hakikatnya, sulit mempertahankan momentum gerakan mahasiswa, karena para pemimpin mahasiswa tidak tinggal di kampus untuk waktu yang lama. Selain itu, mereka juga "jarang memiliki pengetahuan, pengalaman, dan jaringan substansial dan prosedural yang dibutuhkan untuk tahap politik yang lebih besar." (Altbach & Klemen?i?, 2014).

Meskipun demikian, mereka dapat memainkan peran kunci dalam mengarahkan dan memberi dorongan pada gerakan sosial dan politik.
 

Berita Lainnya