sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Bawaslu gandeng IDEA kembangkan sistem keadilan Pemilu

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggandeng International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA).

Robi Ardianto
Robi Ardianto Kamis, 03 Mei 2018 04:25 WIB
Bawaslu gandeng IDEA kembangkan sistem keadilan Pemilu

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menggandeng International Institute for Democracy and Electoral Assistance (IDEA) untuk mengembangkan sistem keadilan Pemilu.

Bawaslu dan IDEA menggelar acara diskusi International Roundtable Meeting On Electoral Justice System selama dua hari di Jakarta yaitu pada Rabu (2/5), hingga Kamis (3/5). 

Diskusi tersebut bertujuan untuk mengembangkan sistem keadilan Pemilu dari berbagai negara. Dengan membahas suatu panduan untuk mengukur dan menilai efektivitas dari keadilan sistem kepemiluan di suatu negara. 

Anggota Bawaslu RI yang sekaligus sebagai Koordinator Divisi Hukum Fritz Edward Siregar, dalam sambutannya mengatakan, forum tersebut diharapkan membantu sekaligus berkontribusi dalam pembuatan panduan yang dapat digunakan baik skala nasional maupun internasional.

"Melalui forum salah satu harapan adalah Bawaslu mendapat masukan atas tantangan yang akan dihadapi terhadap penerapan keadilan pemilu. Khususnya pada Pemilu Serentak 2019," katanya. 

Diskusi dihadiri oleh peserta dari berbagai negara di antaranya Portugal, Filipina, Fiji, Myanmar, Malaysia, Swedia, Srilanka, Amerika Serikat, Portugal dan Myanmar, serta dari Indonesia. Diskusi juga diikuti berbagai unsur kepemiluan seperti akademisi, pegiat Pemilu, praktisi hukum, lembaga peradilan hukum, penyelenggara dan dan pengawas Pemilu.

Bawaslu percaya, masukkan yang didapat bisa menjadi pegangan dalam melaksanankan tugas dan fungsinya sebagai pengawas Pemilu, juga sebagai landasan dalam menghadirkan keadilan Pemilu dalam proses pelaksanaan Pemilu. 

Selain itu, Bawaslu juga melakukan uji coba panduan peradilan elektoral dari IDEA. Panduan tersebut dibuat demi membantu melakukan analisa kekuatan dan kelemahan dari sebuah sistem keadilan Pemilu dalam suatu negara.
 
“Paduan ini telah diuji oleh lima divisi yang ada di Bawaslu dan menurut kami, sistem peradilan Pemilu kami berada di level lima dari sepuluh,” katanya.

Sponsored

Fritz menjelaskan, Bawaslu telah menguji panduan peradilan elektoral ini pada semua indikator. Di antaranya keadilan, keabsahan, profesionalisme, transparansi, aksesibilitas, pendidikan, kemandirian, ketidakberpihakan, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas, kemampuan beradaptasi dan inklusivitas.
 
“Masih ada pekerjaan rumah yang harus dilakukan, dengan mengumpulkan dan membandingkan jawaban Bawaslu dengan situasi sistem peradilan Pemilu lainnya sehingga Bawaslu dapat lebih baik lagi ke depannya,” katanya. 

Berita Lainnya
×
tekid